Kreativitas

Kali ini saya akan mengulas hal yang menurut saya kreatif (tetapi masih dalam tahap pengembangan) dalam diri saya. Yaitu membuat komikstrip. Jadi, sejak saya kecil saya suka menggambar. Tapi saya tidak suka mewarnai. Saat duduk dibangku SD, teman-teman saya yang suka komik mengajak banyak orang untuk membuat komik kolaborasi. Saya tertarik untuk ikut tetapi saya merasa minder karena gambar mereka terlihat lebih realistis dan manga-istis dibandingkan gambar saya yang pada saat itu hanya bisa menggambar tokoh-tokoh kartun seperti spongebob, snap, dan timmy turner. Jadi saya hanya membuat draf OC (Original Character) saja. Hingga saat saya duduk di bangku SMP, saya melihat komikstrip yang membuat saya tertarik untuk membuat komik. Akhirnya rilislah komikstrip pertama saya di facebook saya yang kini sudah tiada. Dengan tokoh utama yang tak punya nama tapi ceritanya asli pengalaman saya sendiri.

Foto Terburuk

Komikstrip ini saya buat manual dengan stylus yang ada di laptop touchscreen saya dulu (sekarang juga sudah tiada), dengan bermodalkan aplikasi photoshop. Karena rilisnya di facebook, otomatis teman-teman saya banyak yang melihat komikstrip yang saya buat tadi dan mereka ingin dimuat ke dalam komikstrip saya. Karena saya bingung untuk membuat tokoh lain yang menggambarkan mereka, akhirnya saya menggambar mereka (tentunya dengan model yang agak cartoony).

Met ultah! FC

Komikstrip ini awalnya saya buat di kertas, dipertebal, lalu saya foto perpanelnya. Saya dulu tidak punya scanner, dan HP saat itu cukup bagus untuk memotret halaman hitam-putih jadi saya foto saja. Setelah itu, dengan hasil foto tersebut saya pertebal kembali dengan adobe photoshop di komputer lalu diberi warna. Untuk balon bicaranya, saya menggunakan program lain yang bernama comic life. Lalu beberapa bulan kemudian, saya mengenal program gambar berbasis vektor yang bernama inkscape. Saat menggambar dengan inkscape, saya menjadi lebih malas dari sebelumnya karena membutuhkan tenaga mengklik mouse yang besar. Berikut ini yang digambar dengan inkscape.

Study Tour 2

Semakin kesini, saya semakin jarang membuat komik padahal saya sudah dibelikan pentablet. Diakibatkan saya terlalu serius dengan masa-masa SMA, tapi saya masih sering menggambar untuk ucapan ulang tahun kepada teman saya dan mencoba style-style menggambar dan mewarnai yang baru. Nah dibawah ini adalah tahapan dan bahan (?) untuk membuat komik versi saya.

Bahan:

Seperangkat komputer, program gambar (sai paint tool – adobe photoshop), pen tablet

Tahapan:

  1. Untuk membuat komik, cerita adalah hal yang penting. Tidak semua cerita bisa dibuat komik, terutama komikstrip. Terlalu detil bisa membuat komik terlalu bertele-tele dan terlalu singkat bisa jadi nggak nyambung (Seperti yang saya buat saat SMP, banyak yang nggak nyambung). Kalo rajin sih, bisa dibuat storyboardnya terlebih dahulu. Di panel 1 dia ngapain ngapain.
  2. Setelah cerita sudah rampung, saatnya membuat sketsa untuk setiap panel. Untuk membuat sketsa saya menggunakan program sai paint tool. Biasanya saya menggunakan warna biru agar nanti pas menebalkan saya nggak bingung-bingung. Untuk komik manual, bisa menggunakan pensil yang tipis seperti HB atau H kebawah
    tou kre1
  3. Mempertebal garis-garis sketsa. Untuk outline, normalnya sih menggunakan warna hitam.
  4. Mewarnai. Ini adalah hal yang menyenangkan ketika membuat komik di komputer. Dulu saya tidak suka mewarnai, sampai sekarang pun juga gitu tapi dengan komputer, mewarnai hanya sekedar mengklik selection tool-daerah yang ingin diwarnai-bucket tool-warna yang diinginkan-daerah yang ingin diwarnai, selesai deh mewarnai (ala saya).
    tou kre4
  5. Memberi bayangan (Shading). Untuk yang ini, saya biasanya asal, tetapi saya lebih sering memberi bayangan di belakang tokoh atau bendanya karena komikstrip saya biasanya menghadap depan. Dulu saya tidak memakai langkah ini karena saya tidak mengerti. Saya lebih sering memberi bayangan di program photoshop karena saya saat ini masih belum handal menggunakan sai paint tool. Bahkan di komik ini saya membuat shading di program sai paint tool hanya panel 1 saja, sisanya menggunakan photoshop. Bisa dilihat perbedaannya nanti.
    tou kre5
  6. Memberi dialog. Tentukan dialog seperti apa yang diinginkan, jangan terlalu panjang sampai menutupi panel (kecuali memang disengaja). Biasanya untuk tulisan di komik, menggunakan huruf kapital. Karena di sai paint tool tidak bisa membuat teks, maka saya buat teksnnya di photoshop. Untuk background saya menggunakan brush, karena saya sendiri memang kurang mahir membuat background. Bisa saja sih copy-paste gambar dari internet cuma saya saat membuat komik ini nggak kepikiran.
    tou kre7

Jadi deh komik super duper sederhananya:

spesial TOU

Sekian ulasan saya tentang kreativitas saya sendiri, mohon maaf saya tidak menyertakan video timelapse seperti orang-orang karena saya membuat komik ini disela-sela ujian, jadi saya membuat komiknya 1 panel 1 hari itu juga ketika saya sempat membuka laptop saya. Jadi, sekali lagi… maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s