Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

RANGKUMAN

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

ug

Disusun Oleh:

EVANIA SHABRINA T.P

13114687

 

KELAS                      : 3KA26

KELOMPOK            : 1

Universitas Gunadarma

PTA 2016/2017

  1. PENGERTIAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.

  1. PERBEDAAN KECERDASAN BUATAN DAN KECERADASAN ALAMI

Kelebihan Kecerdasan Buatan :

  1. Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen.
  2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan.
  3. Kecerdasan buatan Lebih murah.
  4. Kecerdasan buatan bersifat konsisten
  5. Kecerdasan buatan dapat didokumentasi.
  6. Kecerdasan buatan lebih cepat dibandingan kecerdasan alami.
  7. Kecerdasan buatan lebih baik dibandingkan kecerdasan alami.

Kelebihan Kecerdasan Alami :

  1. Kecerdasan alami lebih kreatif
  2. Kecerdasan alami memungkinkan seseorang untuk menggunakan pengalaman secara langsung.
  3. Kecerdasan alami menggunakan pemikiran manusia yang dapat digunakan secara luas
  1. SEJARAH KECERDASAN BUATAN

Kecerdasan Buaran Sendiri dimunculkan oleh seorang profesor dari Massachus Institute of Tecnology yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 pada Dartmouth Conferense yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari Kecerdasan Buatan, yaitu : mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar menirukan kelakuan manusia tersebut.

  1. DASAR-DASAR KONSEP ARTIFICIAL INTELLIGENCE
  1. Thinking Humanly : The cognitive meodeling approach

Pendekatan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Melalui intropeksi dengan mencoba menangkap pemikiran-pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir
  2. Melalui penelitian penelitian atau eksperimen dari segi psikologi.
  1. Acting Humanly : The Turing Test Approach
  1. Tahun 1950 , Alan Turing merancang suatu ujian bagi komputer yang berintelijensia (Bot Cerdas) untuk menguji apakah komputer tersebut mampu mengelabuhi seorang manusia
  2. Tentunya komputer tersebut harus memiliki kemampuan : natural language proccessing , knowledge representation, autotmated reasoning, machine learning, computer vision, robotics.
  1. Thinking Rationally : The “Laws of Thought” Approach

Dalam pendekatan ini tedapat dua masalah, yaitu :

  1. Tidak mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakan pengetahuan tersebut ke dalam formalterm yang diperlukan oleh notasi logika.
  2. Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah “secara prinsip” dan memecahkannya “dalam dunia nyata”.
  1. Acting Rationally : The Rational Agent Approach
  1. Membuat inferensi logis merupakan bagian dari suatu rational agent .
  2. Dengan menalar secara logis, maka bisa didapatkan kesimpulan bahwa aksi yang dilakukan akan mencapai tujuan atau tidak.
  1. DISPLIN ILMU SUB BAGIAN DARI ARTIFICIAL INTELLIGENCE
  1. Sistem Pakar (Expert System)
  2. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
  3. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition)
  4. Robotika & Sistem Sensor (Robotics & Sensory System)
  5. Computer Vision
  6. Intelligent Computer-aided Intruction
  7. Game Playing
  1. ROBOTIKA

Robot adalah agen – agen fizikal yang melakukan tugas dengan memanipulasi dunia fisik. Untuk melakukannya, dilengkapi dengan effectors seperti kaki, roda, sendi, dan grippers.

Tiga katagori utama robot :

  1. Manipulator
  2. Mobile Robot
  3. Mobile Manipulator.
  1. PERANGKAT KERAS ROBOT
  • Sensor adalah antarmuka persepsi antara robot dan lingkungan.

Sensor terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Sensor pasif: menangkap sinyal yang dihasilkan oleh sumber lain di lingkungan.
  2. Sensor aktif: mengandalkan pada kenyataan bahwa energi ini dipantulkan kembali ke sensor.
  • Efektor adalah cara suatu robot bergerak atau merubah bentuk tubuhnya yang ada kaitannya dengan pembahasan tentang derajat kebebasan atau degree of freedom
  1. ARSITEKTUR PERANGKAT LUNAK ROBOT

Perangkat Lunak Arsitektur adalah sebuah metodologi untuk penataan algoritma. Arsitektur termasuk bahasa dan alat untuk menulis sebuah program, serta dimana program dapat digabungkan bersama-sama.

  1. Subsumption Arsitektur (Brooks, 1986) adalah kerangka kerja pengendali reaktif dari negara yang terbatas menggunakan mesin.
  2. Arsitektur Hibrida menggabungkan reaksi dengan pertimbangan. Arsitektur hibrida yang paling populer adalah arsitektur tiga lapisan, yang terdiri dari lapisan raektif, lapisan eksekutif, dan lapisan deliberatif.
  3. Arsitektur Pipa Saluran adalah arsitektur yang menjalankan banyak proses secara paralel berupa modul-modul mirip arsitektur tiga lapis dan mirip cara kerja otak manusia.
  1. APLIKASI DOMAIN
  1. Industri dan Pertanian.
  2. Angkutan
  3. Mobil robot
  4. Kesehatan .
  5. Lingkungan yang Berbahaya.
  6. Eksplorasi
  7. Hiburan
  8. Augmentasi manusia.
  1. KESIMPULAN

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah kecerdasan yang dibuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan sebaik atau bahkan lebih dari manusia. Salah satu implementasi dari kecerdasan buatan ini adalah robotika dan sensor. Robotika adalah agen-agen fisik yang melakukan tugas dengan memanipulasi dunia fisik. Jika manusia mempunyai otak sebagai pusat syarafnya, maka robot mempunyai kecerdasan buatan sebagai pusat syarafnya. Penggunaan robot saat ini sangaat beragam mulai dari industri, pertanian, mobil robot, kesehatan, sampai hiburan dan augmentasi manusia.

Sumber Referensi:

Dokumen Rangkuman

http://sunny.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20201/Kecerdasan_buatan+Ibu+Idha.pdf
https://books.google.co.id/books?id=MocuEV7C96YC&pg=PA3&dq=TEORI+KECERDASAN+BUATAN&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwi8gf3x_rbPAhWFmpQKHcmOA7kQ6AEIGjAA#v=onepage&q=TEORI%20KECERDASAN%20BUATAN&f=false
http://yuliana.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/Buku/Bab%201%20Pengenalan%20Kecerdasan%20Buatan.pdf
http://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/hpOmJurnal%2012-2-2013%20Zulfian_7.pdf
http://entin.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/Buku/Bab%201%20Pengenalan%20Kecerdasan%20Buatan.pdf

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2013-2-00421-MTIF%20Bab2001.pdf

http://yuliana.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/Buku/Bab%201%20Pengenalan%20Kecerdasan%20Buatan.pdf

http://entin.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/Buku/Bab%201%20Pengenalan%20Kecerdasan%20Buatan.pdf

 

Advertisements

Membuat Garis Vertikal, Horizontal, Diagonal Menggunakan Dev C++ dan OpenGL

Open Graphics Library (OpenGL) adalah API multi-bahasa, multi-platform yang digunakan untuk membuat grafik vektor 2 dimensi dan 3 dimensi. Silicon Graphics Inc., memulai mengembangkan openGL pada tahun 1991 dan dirilis pada bulan Januari tahun 1992. Penggunaannya sering diaplikasikan pada bidang CAD, virtual reality, visualisasi ilmiah, visualisasi informasi, simulasi penerbangan, dan permainan video.

Dev C++ adalah IDE gratis yang di distribusi lewat lisensi GNU yang digunakan untuk memprogram bahasa C dan C++. Program ini dibuat menggunakan delphi. Dev C++ disatukan dan menggunakan MinGW atau TDM GCC sebagai compilernya.

Cara menggunakan library opengl (glut) pada Dev C++

  1. Install Dev C++ (disini saya menggunakan Dev-Cpp 5.4.1 MinGW 4.7.2) sampai selesai
  2. Download library glut kemudian extract isi library glutnya (disini saya menggunakan GLUTMingw32)
  3. Copy glut.h ke C:\Program Files\Dev-Cpp\MinGW32\include\GL
  4. Copy libglut32.a ke C:\Program Files\Dev-Cpp\MinGW32\lib
  5. Copy glut32.dll ke
    1. Jika komputer 32-bit: C:\Windows\System32
    2. Jika komputer 64 bit: C:\Windows\SysWOW64
  6. Buka aplikasi Dev C++ yang sudah terinstall, ketika jendela utamanya sudah muncul. Klik Tools-Compiler Options lalu pada bagian call linker, copy command dibawah:
-lglu32 -lglut32 -lopengl32

untuk melihat script, beserta screenshoot dari program garis ini dapat dilihat pada link ini:

opengl.docx

Bab 18 – Manajemen Keamanan Informasi dan Manajemen Akses

Pendahuluan dan Jangkauan

Keamanan data dan informasi adalah kepentingan vital bagi banyak organisasi dan itu adalah keputusan bisnis seperti informasi apa yang harus dilindungi dan dalam tingkat yang seperti apa. Pendekatan bisnis pada perlindungan dan penggunan data harus ditempatkan di dalam kebijakan keamanan yang dimana semua orang di dalam organisasi harus mempunyai akses dan isi yang disadari oleh setiap orang itu. Sistem ditempatkan untuk menjalankan kebijakan keamanan dan memastikan bahwa tujuan keamanan IT bisnis sudah tercapai yang disebut sebagai sistem manajemen keamanan informasi (information security management system [ISMS]). Manajemen keamanan informasi mendukung penguasaan perusahaan dengan memastikan bahwa resiko keamanan informasi ditangani dengan baik.

Manajemen kemanan informasi dan manajemen akses adalah proses terpisah dalam ITIL, dalam bagian lain dari siklus hidup pelayanan tapi akan tercakup dalam bab ini karena kegunaan umumnya.

 

Kegunaan dan Tujuan

Dua proses ini, manajemen keamanan informasi dan manajemen akses mempunyai tujuan umum yang masing-masing dipusatkan dalam memastikan bahwa hanya orang yang benar lah yang dapat melihat informasi, tetapi manajemen keamanan informasi, yang menjadi bagian penting dalam kerangka penguasaan, mempunyai pengiriman yang lebih luas.

Tujuan dari manajemen keamanan informasi adalah untuk memasitikan bahwa keamanan IT konsisten dengan keamanan bisnis, memastikan bahwa keamanan informasi telah diatur di semua pelayanan dan aktivitas manajemen pelayanan secara efektif dan sumber daya informasi mempunyai pengurus yang efektif dan digunakan dengan baik. Ini termasuk identifikasi dan manajemen resiko keamanan informasi.

Kegunaan manajemen keamanan informasi adalah yang utamanya menjadi titik fokus untuk semua aktivitas manajemen yang menitik beratkan pada kamanan informasi. Ini tidak hanya tentang melindungi sumber daya informasi sekarang. Ini tentang menempatkan, memelihara dam menjalankan kebijakan kemanan informasi yang efektif. Ini tentang memahami bagaimana bisnis akan berkembang, mengantisipasi resiko yang akan dihadapi, mengartikulasi bagaimana regulasi dan legislasi akan memengaruhi kebutuhan keamanan dan memastikan bahwa manajemen keamanan informasi dapat mencapai tantangan ini di masa depannya.

Manajemen keamanan informasi memastikan kebijakan keamanan informasi yang efektif berada ditempatnya dan dapat dijalankan melewati kontrol keamanan yang terdokumentasi yang efektif yang digunakan tidak hanya pada pekerja yang berada di dalam perusaan, namun juga kepada penyuplai atau yang lain yang mempunyai bisnis atau kontak organisasi. Juga harus memastikan bahwa kebocoran keamanan ditangani dengan baik dan efektif dan bahwa resikonya sudah teridentifikasi dan di dokumentasi dan diambil sebagai perlajaran.

Manajemen akses memusatkan dengan manajemen hak orang dalam mengakses informasi, dan mempunyai kegunaan umu yyang sama tak hanya dengan menajemen keamanan informasi namun juga dengan manajemen pengadaan, memberikan efek praktis ke kebijakan dan syarat dari kedua proses. Kegunaannya untuk memastikan bahwa kerahasiaan, integritas, dan pengadaan informasi telah ditangani secara efektif di organisasi. Data dan informasti tidak hanya harus dilindungi tergadap akses yang tidak dikenali dan peluang untuk dicuri atau diubah. Tapi juga harus dapat diakses oleh orang yang berwenang.

Kunci dari akses manajemen adalah manajemen hak orang untuk mengakses layanan dan informasi. Orang yang berhak, dalam hal kebijakan bisnis dan kebutuhan, untuk mengakses informasi harus mempunyai hak yang diimplementasikan melalui akses kontrol. Hak-hak ini harus konsisten dengan legislasi yang relevan sepertu legislasi proteksi data, dan harus di simpan dibawah pengawasan dan diubah atau dicabut ketika status orang itu berubag dalam organisasi atau resiko material terdeteksi.

Contoh

Seorang dokter harus mengakses catatan pasien untuk membantu mendiagnosa penyebab yang memungkinkan dari seuatu penyakin dan menentukan pengobatan yang benar, tapi kerahasiaan catatan ini harus terlindungi dari akses pengguna yang tidak berwenang. Tetapi, pasien mempunyai hak legal untuk untuk menerima sedikit informasi yang telah ditentukan (contoh status HIV, aborsi, penyakit jiwa dan lainnya).

Untuk membuat hak akses mempunyai efek dan nilai yang tepat, manajemen akses harus memastikan bahwa orang dapat diidentifikasi dengan tepat: bahwa setiap orang mempunyai identitas yang unik yang dimana hak mereka dapat disisip dan yang mana aktivitas, keabsahan, atau sebaliknya dapat ditelusuri. Manajemen identitas sangat penting dalam manajemen akses yang efektif, mencegah, contohnya seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan membajak hak akses mereka dan mengubah informasi atau bisa membuat informasi baru. Organisasi harus bertindak untuk mengatur keadaan dimana akses kontrol mungkin dibypass, contohnya dimana para pengembang software membutuhkan akses ke sistem saat mengatur kejadian.

Contoh

Dalam suatu organisasi, akses ke informasi gaji sangat dikontrol ketat, namun para pengembang software membetulkan kesalahan yang ternyata adalah software yang sangat tua yang mempunyai akses penuh ke seluruh bagian sistem, dengan kemampuan mengubah dan membuat record.

Tujuan keamanan dari sebuah organisasi biasanya dipertimbangkan untuk tercapai ketika ketersediaan, kerahasiaan, integritas, dan kewenangan, dan non-repudiasi berada dalam kontrol. Definisinya dibawah ini:

  • Ketersediaan: Informasi dapat diakses dan dapat digunakan ketika dibutuhkan dan sistem yang bersangkutan dapat bertahan dari serangan dan membaik dari atau mencegah kesalahan
  • Kerahasiaan: Informasi diamati oleh atau dibuka hanya untuk orang yang berhak.
  • Integritas: Informasi tuntas, akurat, dan terlindungi dari modifikasi yang tidak berwenang,
  • Kewenangan: Kewenangan memusatkan labelling yang benar atau atribusi dari inforasi yang dicegah, contohnya, originator email membuat email tersebut tampak seperti email yang dari orang laon. Kewenangan adalah tentang memastikan bahwa transaksi bisnis, juga pertukaran informasi antar perusahaan atau rekan, dapat dipercaya.
  • Non-repudiasi: Mekanisme yang mencegah originator transaksi yang menolak bahwa mereka mengorijinasi atau mencegah penerima menolak menerimanya.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kebijakan keamanan informasi harus didukung dan disejajarkan ke kebijakan keamanan bisnis. Ini harus termasuk kebijakan yang mencaku penggunaan aset IT, email, internet, dokumen penting, remote access, akses menggunakan pihak ketiga (seperti supplier), dan aset sekali pakai. Dengan tambahan, ini menjelaskan pendekatan untuk mereset password, mengatur kontrol anti-virus dan mengklasifikasi informasi. Kebijakan ini harus tersedia untuk semua konsumen danpengguna juga untuk para staf IT, dan pemenuhan kebijakan ini harus direferensikan dalam semua persetujuan internal dan kontrak eksternal. Kebijakan ini juga harus ditinjau ulang dan direvisi minimal setahun sekali.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (information security management system [ISMS] – juga disebut sebagai kerangka keamanan) membantu membangun program keamanan dengan harga terjangkau untuk mendukung tujuan bisnis. Bagan 18.1 Memberikan contoh kerangka yang digunakan secara luas dan didasari oleh standar ISO 27001 yang memberikan 5 tingkat ISMS dan jangkauannya dalam setiap tingkatnya.

Gambar 18.1: Kerangka ISMS (Sumber: The Cabinet Office ITIL Service Transition ISBN 978-0-113313-06-8)
Gambar 18.1: Kerangka ISMS (Sumber: The Cabinet Office ITIL Service Transition ISBN 978-0-113313-06-8)

Tujuan ISMS adalah untuk memastikan kontrol yang tepat, peralatan, dan prosedut yang dibangun untuk mendukung kebijakan keamanan informasi.

Manajemen Akses

Manajemen akses adalah proses untuk mengontrol akses ke data dan informasi untuk memastikan bahwa pengguna yang berwenanglah yang mempunyai akses sekaligus mencegah akses oleh pengguna tak dikenali. Proses manajemen akses boleh dijadikan tanggung jawab fungsi yang didedikasikan tapi terkadang dikeluarkan oleh fungsi teknikal dan manajemen aplikasi

Jika meja pelayanan beroperasi sebagai kontak tunggal, biasanya harus menerima berbagai permintaan pelayanan untuk mengganti hak akses atau membuat hak akses baru dan juga boleh diotorisasi oleh pemilik kebijakan keamanan untuk menerima hak-hak baru. Biasanya ini terjadi ketika orang baru masuk ke dalam organisasi atau ada suplier baru, namun juga terjadi ketika seseorang pindah dari satu departemen ke departemen lain atau mengganti peran. Hak akses harus ditarik ketika seseorang meninggalkan organisasi.

Proses manajemen akses harus termasuk memonitori akses untuk mengamankan informasi jadi jika ada kejadian yang berhubungan dengan keamanan muncul, penyebabnya dapat terlacak dan berbagai resiko keamanan dapat diketahui dan dihapus. Memonitor juga akan mengidentifikasi akses tak dikenal dan contoh password yang error yang akan menjadi acuan kemingkinan ancaman keamanan

Manajemen Fasilitas – Kontrol Akses Fisik

Manajemen keamanan informasi menerangkan kebijakan akses kontrol dan mengindentifikasi kebutuhan keamanan fisik dan siapa yang seharusnya mengakses situs yang mana (contoh: data centre). Manajemen fasilitas bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan ini. Komponen utama kontrol akses fisik adalah:

  • Instalasi, pemeliharaan, dan manajemen keamanan akses kontrol fisik seperti kuci dan penghalang dan alat pengintai;
  • Memonitori akses fisik ke daerah yang terlindungi;
  • Merekrut staf keamanan fisik;
  • Pemeliharaan denah yang menunjukkan area dengan akses terbatas kontrol keamanan yang relevan

Satu dari kebocoran keamanan paling umum adalah dengan ‘social engineering’: istilah yang biasanya merujuk pada hanya dengan berbicara ke fasilitas aman (contoh: dengan berpura-pura menjadi kontraktor sah, berpura-pura menjadi seseorang atau mengikui orang yang sah ke pintu yang terbuka). Karena alasan ini, akses keamanan tidak hanya dikontrol secara baik namun juga secara berkala dimonitor sehingga keocoran dapat terdeteksi dan kontrol keamanan dapat meningkat.

Hubungan dengan Layanan Proses Manajemen Lain

Untuk satu tingkat ke yang lain, semua antarmuka proses lain dengan manajemen keamanan.

Manajemen ketersediaan

Keamanan informasi dan akses manajemen adalah kontributor kunci dari manajemen ketersediaan karena tanpa tingkat perlindungan yang tepat, ketersediaan dan integritas data dan sistem diragukan

Meja pelayanan

Meja pelayanan biasanya mempunyai wewenang untuk merespon permintaan perubahan hak akses dan password dan berkontribusi untuk operasional manajemen keamanan

Proses Lain

Antarmuka proses lain adalah dengan:

  • Manajemen kejadian dan maslah (merespon dan meresolusi isu yang berhubungan dengan keamanan);
  • Manajemen kelancaran layanan IT (desain yang dipertimbangkan dan resiko saat dites);
  • Manajemen perubahan (dampak penaksiran terhadap kontrol keamanan);
  • Manajemen konfigurasi (berdampingan dengan klasifikasi keamanan untuk CI);
  • Manajemen kapasitas (ketika memperkenalkan teknologi baru);
  • Manajemen supplier (untuk memastikan perawatan kontrol keamanan untuk aktivitas operasional yang dikeluarkan oleh pihak ketiga).

Metriks

Mettriks manajemen keamanan dibutuhkan untuk memastikan bahwa organisasi dapat memenuhi syarat keamanan baik internal maupun eksternal dalam SLA, kontrak, legislasi, dan penguasaan. Metriks dapat digunakan untuk kegunaan ini termasuk:

  • Banyaknya kejadian yang berhubungan dengan keamanan waktu per unit;
  • Persentase kejadian yang berhubungan dengan keamanan yang berdampak pada pelayanan pengguna;
  • Banyaknya masalah audit keamanan dan resiko yang diidentifikasi;
  • Persentase masalah audit keamanan dan resiko yang diperbaiki;
  • Banyaknya prubahan dan perilisan back-out karena masalah keamanan;
  • Waktu rata-rata untuk menginstal patches keamanan

Peran

Manajer keamanan IT bertanggung jawab untuk menegaskan kebijakan keamanan informasi dan menjalankan ISMS. Setelah semuanya telah ditetapkan, pekerjaan manajer keamanan IT-lah untuk memastikan bahwa semua kontrol yang dibutuhkan sudah ada pada tempatnya, orang-orang menyadari kebijakan itu dan tanggung jawab mereka dan sistem keamanan telah berfungsi dengan baik. Manajer keamanan IT adalah titik fokus untuk segala masalah keamanan.

Tim pelayanan operasi bertanggung jawab untuk melaksanakan aktvitas perharinya untuk mengatus keamanan operasional. Sangatlah pernting bahwa peran ini dibuat terpisah dari manajemen keamanan untuk mencegah terjadinya konflik. Peran operasional termasuk:

  • Menjaga ketertiban dan melaporkan;
  • Menyediakan dukungan dan bantuan teknis;
  • Mengatur kontrol keamanan;
  • Penyaringan individual;
  • Menyediakan pelatihan dan kesadaran;
  • Memastikan bahwa kontrol keamanan sudah dijadikan acuan pada dokumentasi operasional

Manajer fasilitas bertanggung jawab untuk keamanan fisik dalam situs organisasi dan fasilitas komputer

 

Diterjemahkan dari: IT Service Management ISBN 9781906124939

Manajemen Layanan SI – Transition Strategy

INTRODUCTION (PENDAHULUAN)

Belakangan ini terdapat pemutusan hubungan antara departemen pengembangan dan departemen operasi di IT, yang dimana menjadi akibat dari banyaknya kegagalan implementasi dari layanan baru atau layanan yang diubah. Service transition (transisi layanan) berhubungan dengan menjembatani kedua jarak tersebut dengan halus, memastikan bahwa syarat operasional dipertimbangkan dengan matang dan disediakan sebelum yang lainnya dipindahkan ke dalam lingkungan, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi para pengguna dan staf pendukung. Transisi layanan juga bertanggung jawab dalam menonaktifkan dan penghapusan layanan-layanan yang sudah tidak diperlukan lagi.

Transisi halus didapatkan dengan mengambil service design package (SDP-Paket Layanan Desain) baru atau mengubahnya dari tingkat desain layanan, mengujinya untuk meyakinkan bahwa hal tersebut memenuhi kebutuhan bisnis, dan menyebarkannya dalam lingkungan produksi. Beberapa proses yang dijelaskan dalam fase ini juga digunakan dalam fase lainnya, dalam pengetahuan layanan tertentu, perubahan, aset layanan dan penyusunan manajemen.

Gambar 4.1 menunjukkan 7 proses yang dicakup oleh transisi layanan, bersamaan dengan mengurus organisasi, dan perubahan pemegang yang menjadi kunci aktivitas transisi layanan

Silabus The Foundation hanya membutuhkan pengetahuan mendetil dari 5 daerah yang diarsir dalam diagram yaitu seperti: change management (perubahan manajemen), Service Asset and Configuration Management (Aset Layanan dan Manajemen Konfigurasi), release and deployment management (manajemen pelepasan dan penyebaran), knowledge management (manajemen pengetahuan), dan transition planning and support (dukungan perencanaan transisi), yang masing-masing mempunyai bab tersendiri di Section 3. Sisanya akan dijelaskan dalam bab ini nanti.

Gambar 4.1: Proses transisi layanan (Sumber: The Cabinet Office ITIL Service Transition ISBN 978-0-113313-06-8)
Gambar 4.1: Proses transisi layanan (Sumber: The Cabinet Office ITIL Service Transition ISBN 978-0-113313-06-8)

Sumber: Buku – IT Service Management ISBN 9781906124939

 

Index:
Introduction : Evania Shabrina T.P
Purposes and Objectives : Bakti Mujiantoro, Dwi Agus
Process objectives and value : Eny Rahayu, Farhan Muhammad, Dea Ludiastami
Challenges and Roles : Aulia Rosiana

Teori Manajemen

1. Pengertian manajemen

A. James A.F Stoner

James A.F Stoner mengatakan bahwa “Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengontrol para anggota organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.”

B. Peter F. Drucker

Peter F. Drucker mendefinisikan manajemen sebagai “Masyarakat ekonomi industri” yang berarti membutuhkan aksi untuk mendapatkan hasilyang memuaskan agar tercapai

Sumber: https://books.google.co.id/books?id=pNTSrGoVHZAC&pg=PA112&lpg=PA112&dq=management+definition+by+james+a+f+stoner&source=bl&ots=8lrJKb9MJ-&sig=sW5OaPnbDc3fBl5ByZwt0aQp_Vg&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjQgs_n1M_LAhUCUI4KHUvCDq04ChDoAQgeMAE#v=onepage&q=management%20definition%20by%20james%20a%20f%20stoner&f=false

2. Fungsi POAC/POLC

Menurut George R Terry, manajemen adalah proses sistematis yang melibatkan 4 fungsi manajemen seperti Planning (Menrencanakan), Organizing(Mengorganisasikan), Actuating/Leading(Penerapan/Memimpin), dan Controlling(Mengontrol)

  • Planning (Merencanakan): manajer memikirkan rencana untuk kedepannya
  • Organizing (Mengorganisasikan): Mengatur mesin, bahan-bahan, dan sumber daya manusia dalam organisasi
  • Actuating/Leading(Penerapan/Memimpin): Memotivasi, mengarahkan anggota organisasi
  • Controlling (Mengontrol): Manajer harus memastikan bahwa tidak ada yang salah pada rencananya

Sumber: https://books.google.co.id/books?id=v3O7OXrd9FoC&pg=PA2&dq=management+planning+organizing+actuating+controlling+is&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=management%20planning%20organizing%20actuating%20controlling%20is&f=false

3. Proses manajemen Henry Fayol

  • Planning

Merencanakan atau planning adalah melihat kedepan. Menurut Fayol, merencanakan rencana yang tepat adalah hal yang tersulit dari kelima fungsi manajemen karena melibatkan partisipasi dari organisasi

  • Organizing

Organisasi akan berfungsi dengan baik bila diorganisasikan dengan tepat. Ini adalah fungsi yang terpenting.

  • Commanding

Ketika diberikan perintah, anggota organisasi harus tahu apa yang akan mereka lakukan. Sebaliknya, para anggota juga akan bekerja lebih baik jika diberikan instruksi yang jelas. Manajer yang baik mempunyai integritas, dan dapat berkomunikasi dengan jelas agar dapat memotivasi anggota.

  • Coordinating

Koordinasi bertujuan memotivasi dan mendisiplinkan kelompok. Ketika semua aktivitas sudah harmonis, organisasi akan berfungsi dengan baik.

  • Controlling

Dengan memeriksa segalanya sudah berjalan dengan baik, kita akan tahu akan dibawa kemana organisasinya.

Sumber: http://www.toolshero.com/management/five-functions-of-management/

4. Manajemen role MintzBerg

Henry Mintzberg (1973), mendefinisikan 10 peran manajemen dengan 3 kategori yaitu interpersonal, informasional, dan desisional (pengambilan keputusan)

Interpersonal

  • Figurehead: Tokoh kepala, melakukan tugas resmi atau yang bersifat sosial
  • Leader: Memotiovasi dan menggerakkan para anggota, melakukan pemilihan staff dan pelatihan
  • Liaison: Menjadi penghubung dalam organisasi ataupun keluar

Informasional

  • Mentor/Monitor: Mencari dan mendapatkan informasi untuk dikembangkan dengan memahami lingkungan dan organisasi. Menjadi pusat informasi internal dan eksternal bagi organisasi
  • Disseminator: Menyebarkan informasi yang diterima dari luar atau dari dalam ke para anggota organisasi. Informasinya bersifat faktual.
  • Spokesman: Menyebarkan informasi. Berfungsi sebagai hubungan masyarakat

Desisional:

  • Entrepreneur: Membuat atau mencari organisasi dan lingkungannya dan memulai proyek pengembangan. Mengawasi proyek.
  • Disturbance Handler: mengambil tindakan ketika organisasi menghadapi masalah tak terduga.
  • Resource AllocatorL mengalokasikan sumber daya organisasi atau menyetujui keputusan organisasi
  • Negotiator: Mewakili organisasi saat negosiasi

Sumber: https://www.boundless.com/management/textbooks/boundless-management-textbook/introduction-to-management-1/additional-roles-and-skills-of-managers-20/mintzberg-s-management-roles-127-605/

5. Teori Organisasi Klasik

A. Henry Fayol

Berikut ini adalah prinsip manajemen Fayol:

  • Pembagian kerja: Ketika pekerja sudah ahli, output akan meningkat karena menjadi lebih efisien
  • Kewenangan: Manajer harus mempunyai wewenang saat memberikan perintah tapi harus diingat bahwa dengan kewenangan pastilah ada tanggung jawab.
  • Disiplin: Disiplin harus ditegakkan di setiap organisasi
  • Kesatuan Perintah: Pegawai harus hanya mempunyai 1 pengawas langsung
  • Kesatuan arah: Tim dengan tujuan yang sama harus bekerja dibawah 1 manajer menggunakan 1 rencana agar dapat dikoordinasikan dengan baik
  • Asas Kepentingan Umum: Kepentinga 1 pegawai tidak boleh menjadi hal yang lebih penting dari semua pegawai. Ini juga termasuk para manajer
  • Remunerasi: Kepuasan pegawai bergantung pada remunerasi, termasuk kompensasi finansial dan non-finansial
  • Sentralisasi: Prinsip ini merujuk pada seberapa dekat para pegawai dengan proses pengambilan keputusan
  • Rantai Skalar: Pegawai harus mengetahui dimana mereka brada dalam struktur organisasi
  • Keteraturan: Tempat kerja haruslah bersih dan aman untuk para pegawai.
  • Keadilan: Manajer harus adil terhadap staf, keduanya menjaga kedisiplinan sebagai hal yang penting
  • Kestabilan masa Jabatan: Manajer harus berjuang untuk meminimalisir pengambil alihan oleh pegawai
  • Inisiatif: Pekerja harus diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan rencana
  • Asas Kesatuan: Organisasi harus berjuang untuk bersatu

Sumber: https://www.mindtools.com/pages/article/henri-fayol.htm

B. Max Weber

Menurut Teori Birokrasi Max Weber, semua organisasi mempunyai kebebasan manusia yang terbatas agar efisien. Organisasi memaksa para anggotanya untuk tunduk pada peraturan dalam organisasi yang mengakibatkan hilangnya kebebasan individu. Menurut Weber, sebuah organisasi mempunyai wewenang untuk memberikan hadiah ke tingkah laku yang baik dan menghukum tingkah laku yang buruk. Dari sini bisa terlihat kebutuhan dan hak indivitu tapi itu adalah cara yang sangat memaksa dan tidak memperlihatkan tanda-tanda positif saat krisis. Menurut model Birokrasi Weber, ada cara lain untuk membuat individu tunduk pada peraturan dan juga memenuhi kebutuhan individu. Dalam kasus ini wewenang, tanggung jawab, dan kekuasaan yang berperan penting.

Sumber: http://www.studylecturenotes.com/basics-of-sociology/max-weber-bureaucracy-theory-classical-sociological-theory

C. Marry Parker Follett

Teori Manajemen Mary Parker Follett memuat prinsip sebagai berikut:

  1. Resolusi konflik melalui integrasi kadang menghasilkan situasi sama-sama menang (win-win solution)
  2. Dalam teori kepemimpinan Mary Parker Follett, kewenangan bukanlah koersif (menguasai atas) tetapi koaktif (menguasai dengan)
  3. Pemimpin sejati, dalam teori Follett “Membuat kekuasaan kelompok bukan mengeluarkan kekuasaan pribadi”

Sumber: http://www.business.com/management/management-theory-of-mary-parker-follett/

6. Teori Machiavelli

Karena cinta dan rasa takut tidak bisa hidup bersama, kita harus memilih diantara kedua itu, lebih aman ditakuti daripada dicintai – Niccolo Machiavelli

Machiavelli hidup di zaman renaisans awal dimana keadaan politiknya kacau. Berikut adalah pandangannya pada politik zaman itu:

  • Dia percaya bahwa keadaan negara adalah tanggung jawab pemerintah dan harus diperbaiki dengan cara apapun bahkan dengan cara yang buruk. Moralitas pemerintah tidak lebih penting daripada keadaan baik dari negara tersebut. Singkat kata, pemimpin yang bijaksana tidak boleh menghormati kata-katanya
  • Dia berargumen bahwa pemimpin yang efektif dapat memanfaatkan sifat kemanusiaan yang lemah di masyarakatnya untuk memeberikan efek yang besar
  • Dengan menganalisa politik menggunakan teori militer, dia menyimpulkan bahwa inti dari kehidupan berpolitik adalah konspirasi
  • Dalam karyanya yang lain dia mengatakan bahwa republik lebih baik daripada segala bentuk monarki atau oligarki
  • Seperti yang dia tulis dalam The Prince “Aksi dari semua manusia, terutama para pangeran, dimana tidak ada jalan ke keadilan, akhirnya seperti itu. Seorang pangeran harus memperhatikan dengan menguasai atau memelihara negara, dengan maksud selalu diduga menjadi orang yang dihormati atau dielu-elukan oleh setiap orang, dan dunia bukanlah apa-apa kecuali massa.” Die menekankan bahwa “Pangeran tidak pernah kekurangan alasan yang logis untuk mengingkari janjinya”

Sumber: https://www.quora.com/What-were-Machiavellis-political-views

7. Teori Maozedong

Teori Tiga Dunia (Hanzi sederhana: 三个世界的理论; Hanzi tradisional: 三個世界的理論;pinyin: Sān gè Shìjiè de Lǐlùn), dikembangkan oleh pemimpin Komunis Tiongkok Mao Zedong, yang menyatakan bahwa hubungan internasional terdapat tiga dunia ekonomi-politik: Dunia pertama adalah negara adidaya, dunia kedua adalah negara yang kurang kuat, dan yang dunia ketiga adalah negara yang dieksploitasi.

Pemimpin Mao, memasukkan Amerika Serikat dan Uni Soviet ke dalam dunia pertama, yang melakukan imperialisme. Jepang, Eropa, dan Kanada termasuk dunia kedua. Afrika, Amerika Latin, dan semua negara Asia kecuali Jepang termasuk dunia ketiga.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Three_Worlds_Theory

8. Filosofi Federick A. Taylor

4 prinsip Taylor adalah sebagai berikut

  • Mengganti pekerjaan dengan “rule of thumb” atau kebiasaan dengan metode ilmiah saat kerja dan tentukan mana yang paling efisien dari kedua cara itu dalam melakukan tugas
  • Daripada memberi kerja pada pekerja secara acak, cocokkan para pekerja dengan pekerjaannya sesuai dengan kehalian dan motivasi, lalu latih mereka untuk bekerja secara maksimal dan efisien
  • Awasi performa pekerja dan berikan instruksi dan pengawasan untuk memastikan bahwa mereka melakukan cara yang paling efisien dalam bekerja
  • Alokasikan pekerjaan antara manajer dan pekerja agar manajer dapat menyimpan waktu mereka untuk merencakan dan berlatih, perbolehkan para pekerja untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien.

Sumber: https://www.mindtools.com/pages/article/newTMM_Taylor.htm

Inovasi

Ini adalah video inovasi oleh kelompok kami yang anggotanya terdiri dari:

  • Anggun Putri Kholifah Agung
  • Dea Ludiastami
  • Evania Shabrina
  • Lhusya Afrilia
  • Meisa Puji Lestari

Bahan-bahannya:

  • Oreo
  • Cream Cheese 250 gram
  • Susu Kental Manis
  • Topping tambahan lainnya sesuai selera

Cara pembuatannya:

  1. Hancurkan oreo (bisa menggunakan food processor)
  2. Campurkan cream cheese dengan susu kental manis, lalu aduk hingga merata menggunakan mixer
  3. Campurkan adonan cream cheese dengan sebagian oreo yang sudah di hancurkan
  4. Masukkan oreo yang sudah dihancurkan ke dalam gelas sebagai alas untuk creamcheese
  5. Tuang adonan creamcheese-nya
  6. Berikan topping seperti remah-remah oreo atau strawberry

Kreativitas

Kali ini saya akan mengulas hal yang menurut saya kreatif (tetapi masih dalam tahap pengembangan) dalam diri saya. Yaitu membuat komikstrip. Jadi, sejak saya kecil saya suka menggambar. Tapi saya tidak suka mewarnai. Saat duduk dibangku SD, teman-teman saya yang suka komik mengajak banyak orang untuk membuat komik kolaborasi. Saya tertarik untuk ikut tetapi saya merasa minder karena gambar mereka terlihat lebih realistis dan manga-istis dibandingkan gambar saya yang pada saat itu hanya bisa menggambar tokoh-tokoh kartun seperti spongebob, snap, dan timmy turner. Jadi saya hanya membuat draf OC (Original Character) saja. Hingga saat saya duduk di bangku SMP, saya melihat komikstrip yang membuat saya tertarik untuk membuat komik. Akhirnya rilislah komikstrip pertama saya di facebook saya yang kini sudah tiada. Dengan tokoh utama yang tak punya nama tapi ceritanya asli pengalaman saya sendiri.

Foto Terburuk

Komikstrip ini saya buat manual dengan stylus yang ada di laptop touchscreen saya dulu (sekarang juga sudah tiada), dengan bermodalkan aplikasi photoshop. Karena rilisnya di facebook, otomatis teman-teman saya banyak yang melihat komikstrip yang saya buat tadi dan mereka ingin dimuat ke dalam komikstrip saya. Karena saya bingung untuk membuat tokoh lain yang menggambarkan mereka, akhirnya saya menggambar mereka (tentunya dengan model yang agak cartoony).

Met ultah! FC

Komikstrip ini awalnya saya buat di kertas, dipertebal, lalu saya foto perpanelnya. Saya dulu tidak punya scanner, dan HP saat itu cukup bagus untuk memotret halaman hitam-putih jadi saya foto saja. Setelah itu, dengan hasil foto tersebut saya pertebal kembali dengan adobe photoshop di komputer lalu diberi warna. Untuk balon bicaranya, saya menggunakan program lain yang bernama comic life. Lalu beberapa bulan kemudian, saya mengenal program gambar berbasis vektor yang bernama inkscape. Saat menggambar dengan inkscape, saya menjadi lebih malas dari sebelumnya karena membutuhkan tenaga mengklik mouse yang besar. Berikut ini yang digambar dengan inkscape.

Study Tour 2

Semakin kesini, saya semakin jarang membuat komik padahal saya sudah dibelikan pentablet. Diakibatkan saya terlalu serius dengan masa-masa SMA, tapi saya masih sering menggambar untuk ucapan ulang tahun kepada teman saya dan mencoba style-style menggambar dan mewarnai yang baru. Nah dibawah ini adalah tahapan dan bahan (?) untuk membuat komik versi saya.

Bahan:

Seperangkat komputer, program gambar (sai paint tool – adobe photoshop), pen tablet

Tahapan:

  1. Untuk membuat komik, cerita adalah hal yang penting. Tidak semua cerita bisa dibuat komik, terutama komikstrip. Terlalu detil bisa membuat komik terlalu bertele-tele dan terlalu singkat bisa jadi nggak nyambung (Seperti yang saya buat saat SMP, banyak yang nggak nyambung). Kalo rajin sih, bisa dibuat storyboardnya terlebih dahulu. Di panel 1 dia ngapain ngapain.
  2. Setelah cerita sudah rampung, saatnya membuat sketsa untuk setiap panel. Untuk membuat sketsa saya menggunakan program sai paint tool. Biasanya saya menggunakan warna biru agar nanti pas menebalkan saya nggak bingung-bingung. Untuk komik manual, bisa menggunakan pensil yang tipis seperti HB atau H kebawah
    tou kre1
  3. Mempertebal garis-garis sketsa. Untuk outline, normalnya sih menggunakan warna hitam.
  4. Mewarnai. Ini adalah hal yang menyenangkan ketika membuat komik di komputer. Dulu saya tidak suka mewarnai, sampai sekarang pun juga gitu tapi dengan komputer, mewarnai hanya sekedar mengklik selection tool-daerah yang ingin diwarnai-bucket tool-warna yang diinginkan-daerah yang ingin diwarnai, selesai deh mewarnai (ala saya).
    tou kre4
  5. Memberi bayangan (Shading). Untuk yang ini, saya biasanya asal, tetapi saya lebih sering memberi bayangan di belakang tokoh atau bendanya karena komikstrip saya biasanya menghadap depan. Dulu saya tidak memakai langkah ini karena saya tidak mengerti. Saya lebih sering memberi bayangan di program photoshop karena saya saat ini masih belum handal menggunakan sai paint tool. Bahkan di komik ini saya membuat shading di program sai paint tool hanya panel 1 saja, sisanya menggunakan photoshop. Bisa dilihat perbedaannya nanti.
    tou kre5
  6. Memberi dialog. Tentukan dialog seperti apa yang diinginkan, jangan terlalu panjang sampai menutupi panel (kecuali memang disengaja). Biasanya untuk tulisan di komik, menggunakan huruf kapital. Karena di sai paint tool tidak bisa membuat teks, maka saya buat teksnnya di photoshop. Untuk background saya menggunakan brush, karena saya sendiri memang kurang mahir membuat background. Bisa saja sih copy-paste gambar dari internet cuma saya saat membuat komik ini nggak kepikiran.
    tou kre7

Jadi deh komik super duper sederhananya:

spesial TOU

Sekian ulasan saya tentang kreativitas saya sendiri, mohon maaf saya tidak menyertakan video timelapse seperti orang-orang karena saya membuat komik ini disela-sela ujian, jadi saya membuat komiknya 1 panel 1 hari itu juga ketika saya sempat membuka laptop saya. Jadi, sekali lagi… maaf.